FPAN Tolak Pembangunan Gedung Baru DPR

FPAN Tolak Pembangunan Gedung Baru DPR
Nograhany Widhi K - detikNews 
Jakarta - Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) resmi menolak pembangunan gedung baru DPR yang membutuhkan biaya pembangunan Rp 1,6 triliun itu. Kesimpulan PAN didapat setelah melalui rapat pada Sabtu 4 September malam.

"FPAN kalau desainnya seperti ini kita akan menolak dan minta itu di-review," ujar Ketua FPAN Tjatur Sapto Edy ketika berbincang dengan detikcom, Minggu (5/9/2010).


Rapat tentang sikap FPAN yang menolak itu, diadakan Sabtu malam sehabis buka puasa dengan tuan rumah Ketua Majelis Pertimbangan PAN Amien Rais.

Tjatur menjelaskan menurut info yang dikumpulkan dari rekan-rekan sefraksinya, Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR dinilai kurang terbuka dalam menentukan desain, anggaran, hingga fasilitas gedung baru ini.

"Tidak banyak mengetahui. Kemudian sampai anggaran Rp 1,6 triliun untuk apa saja tidak banyak info. Transparansi kurang, katanya ada sayembara, tapi tiba-tiba bentuknya sudah jadi saja. Harga itu  (Rp 1,6 triliun) sedemikian besar," jelas Tjatur.

Bila gedung DPR baru itu dimaksudkan untuk menampung 5 staf ahli tiap anggota DPR, maka pembangunan gedung bisa merupakan extension (pengembangan) dari gedung DPR yang lama.

"Bentuk dan fasilitasnya tidak berbeda dengan yang ada sekarang ini. Jatuhnya paling Rp 300 miliar sampai Rp 400 miliar sudah cukup. Kalau pun ada sarana olahraga itu di belakang ada lapangan tenis dan badminton, Senayan dekat," imbuhnya.

Lagipula, dengan anggaran yang jauh lebih efisien itu, anggarannya bisa dialokasikan untuk hal-hal yang lebih penting bagi negara. Seperti menambah alat utama sistem persenjataan (alutsista) seperti pesawat tempur atau kapal induk, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di perbatasan.

"Lebih penting menjaga kedaulatan kita saat ini," tegas Tjatur. Bila nanti DPR membangun gedung baru pun, imbuhnya, FPAN rela untuk tetap menempati gedung lama. Sikap FPAN ini akan disampaikan di Badan Musyawarah (Bamus) DPR untuk bisa dibawa ke rapat paripurna.

"Harus dilakukan efisiensi besar-besaran dengan kedepankan prinsip kesederhanaan dan kepatutan. DPR bisa dijadikan contoh untuk pemerintah dalam memperketat anggaran perkantoran," tegasnya.

Tekan *123*121# untuk kenyamanan mudik Anda ke Jalur Jawa. cs : 021-7941178
(khusus pelanggan Telkomsel)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

11 komentar:

fakta lompat mengatakan...

wah..ane bingung soal politik

Gieterror mengatakan...

ane juga nggk setuju sbagai rakyat,,
buat appa tuhh,, ngehamburin duit ajja...
mendingan ngebangun rumah buat orang miskin yang belum punya tempat tinggal...
nice info..

Obat Keputihan mengatakan...

kunjungan pertama nih,salam kenal

Obat Jantung Koroner mengatakan...

hai,sob

Obat Kanker Usus mengatakan...

apa kabar,sobat

Obat Kanker Paru paru mengatakan...

nice info

Pengobatan Diare mengatakan...

salam sehat,sobat

Pengobatan Liver Empedu mengatakan...

thank's yah

Pengobatan Keputihan mengatakan...

informasinya makasih

Pengobatan Asam Urat mengatakan...

kunjungannya ditunggu yah

PAK JUNAIDI mengatakan...

SAYA SANGAT BERSYUKUR ATAS REJEKI YANG DIBERIKAN KEPADA SAYA DAN INI TIDAK PERNAH TERBAYANKAN OLEH SAYA KALAU SAYA BISA SEPERTI INI,INI SEMUA BERKAT BANTUAN MBAH RAWA GUMPALA YANG TELAH MEMBANTU SAYA MELALUI NOMOR TOGEL DAN DANA GHAIB,KINI SAYA SUDAH BISA MELUNASI SEMUA HUTANG-HUTANG SAYA BAHKAN SAYA JUGA SUDAH BISA MEMBANGUN HOTEL BERBINTANG DI DAERAH SOLO DAN INI SEMUA ATAS BANTUAN MBAH RAWA GUMPALA,SAYA TIDAK AKAN PERNAH MELUPAKA JASA BELIAU DAN BAGI ANDA YANG INGIN DIBANTU OLEH RAWA GUMPALA MASALAH NOMOR ATAU DANA GHAIB SILAHKAN HUBUNGI SAJA BELIAU DI 085 316 106 111 SEKALI LAGI TERIMAKASIH YAA MBAH DAN PERLU ANDA KETAHUI KALAU MBAH RAWA GUMPALA HANYA MEMBANTU ORANG YANG BENAR-BANAR SERIUS,SAYA ATAS NAMA PAK JUNAIDI DARI SOLO DAN INI BENAR-BENAR KISAH NYATA DARI SAYA.BAGI YANG PUNYA RUM TERIMAKASIH ATAS TUMPANGANNYA.. BUKA DANA GHAIB MBAH RAWA GUNPALA

Posting Komentar

Pengikut